Integrasi Pendidikan Agama Islam dan Multikulturalisme Dalam Tradisi Pesantren Indonesia - Silda Impika

Integrasi Pendidikan Agama Islam dan Multikulturalisme Dalam Tradisi Pesantren Indonesia

Integrasi Pendidikan Agama Islam dan Multikulturalisme Dalam Tradisi Pesantren Indonesia
Rp 140.000
Di balik tembok pesantren yang sunyi dan tafakur, tersembunyi sebuah rahasia peradaban: bahwa akar tertua pendidikan Islam di Nusantara ini sejak awal telah menjadi taman bagi keberagaman. Di dalamnya, santri dari sabang sampai merauke belajar bukan hanya mengaji kitab kuning, tetapi juga mengaji ha timenemukan Allah dalam harmoni, dan menemukan manusia dalam perbedaan.

Buku ini adalah sebuah ziarah intelektual yang mengajak kita menelusuri bagaimana pesantren, dengan segala tradisi dan kearifan lokalnya, telah lama mempraktikkan multikulturalisme jauh sebelum kata itu populer dalam wacana Barat. Di sini, penulis dengan apik menghidupkan kembali warisan para ilmuwan Muslim klasik dari Al-Ghazali yang mengajarkan bahwa akhlak adalah inti pendidikan, Ibn Khaldun yang melihat peradaban tumbuh dari interaksi sosial yang beragam, hingga Al-Syathibi yang meletakkan keadilan sebagai ruh syariat. Mereka bukan sekadar nama dalam manuskrip; mereka adalah ruh yang mengaliri tradisi pesantren dalam menyikapi perbedaan dengan hikmah, bukan dengan kebencian. Saudara A. Samsul Ma’arif yang merupakan santri sekaligus intelektual berusaha  merangkai benang merah antara wahyu dan realitas, antara rahmatan lil ‘ālamīn dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Dengan bahasa yang puitis namun tetap tajam secara analitis, penulis menyingkap:                Pertama: Landasan teologis keberagaman dalam Al-Qur’an dan Hadis, yang memandang perbedaan bukan sebagai kutukan, melainkan sebagai sunnatullah yang penuh hikmah, Kedua: Nilai-nilai universal Islam seperti keadilan (’adl), kasih sayang (rahmah), dan persaudaraan kemanusiaan (ukhuwwah insāniyyah) sebagai fondasi pendidikan inklusif, Ketiga: Tradisi pesantren—dari bahtsul masā’il, sorogan, hingga kehidupan asrama—sebagai media efektif internalisasi nilai multicultural, Keempat: Model ideal pesantren masa depan yang memadukan keteguhan akidah dengan keterbukaan terhadap pluralitas, tanpa kehilangan jati diri.

Lebih dari sekadar kajian, buku ini adalah sebuah syair peradaban. Ia berbicara tentang harapan di tengah gelombang intoleransi, tentang jembatan di atas jurang perbedaan, dan tentang pendidikan sebagai jalan sunyi menuju kedamaian.  Bagi para kiai, guru, santri, akademisi, dan siapa pun yang merindukan Indonesia yang teduh, buku ini adalah lentera. Ia mengingatkan kita bahwa menjadi beriman tidak berarti menjadi sempit, dan menjadi moderat tidak berarti kehilangan prinsip.


Rincian Buku:
Penulis : Dr. A. Samsul Ma’arif, S.Pd., M.Pd.. 
Penerbit        : Silda Impika
ISBN : -
Tahun : 2026
Ukuran : 14 x 20 cm
Halaman : xii+208 hal

Posting Komentar