Framework Anti Bingung: Dasar Berfikir Sistematis untuk Pengambilan Keputusan
Rp 185.000
Di tengah dunia yang kompleks dan penuh ketidakpastian, kebingungan bukan lagi soal kurangnya informasi, melainkan soal sulitnya menentukan mana yang relevan dan keputusan apa yang harus diambil. Framework Anti Bingung berangkat dari gagasan bahwa yang dibutuhkan bukan manusia yang tak pernah bingung, melainkan manusia yang tahu apa yang harus dilakukan saat bingung, karena kebingungan sesungguhnya adalah sinyal bahwa kompleksitas situasi telah melampaui kapasitas berpikir intuitif, sehingga perlu direspons dengan melambat, memperdalam, dan memperluas cara berpikir. Buku ini merangkum perspektif dari behavioral economics, cognitive psychology, decision science, systems thinking, filsafat, dan decision intelligence untuk menjelaskan mengapa manusia bisa mengambil keputusan buruk sekaligus bagaimana membangun proses berpikir yang lebih jernih dan bertanggung jawab.
Buku ini memetakan lima bentuk kebingungan yang masing-masing membutuhkan respons berbeda, yaitu information overload, value conflict, causal ambiguity, temporal dilemma, dan identity ambiguity. Dari situ, pembaca diajak memahami berbagai keterbatasan manusia dalam mengambil keputusan, mulai dari bounded rationality, heuristics, bias kognitif, System 1 dan System 2, hingga confirmation bias, anchoring, loss aversion, overconfidence, groupthink, sunk cost, dan noise, untuk menyadari bahwa keputusan buruk bukan semata soal kurang cerdas, tetapi hasil interaksi antara kognisi, emosi, struktur organisasi, budaya, insentif, dan lingkungan keputusan.
Salah satu keunikan buku ini adalah perhatiannya pada dimensi waktu, sebab banyak keputusan tampak rasional dalam jangka pendek namun berkonsekuensi berbeda dalam jangka panjang. Untuk itu diperkenalkan Analisis Konsekuensi Temporal (AKT) dan Index Keseimbangan Temporal (IKT), dilengkapi pembahasan present bias, hyperbolic discounting, future self-continuity, dan short-termism, dengan penekanan bahwa masa depan adalah tanggung jawab, bukan sekadar sesuatu yang diramalkan. Perspektif ini diperluas dengan memandang keputusan sebagai intervensi terhadap sebuah sistem yang menghasilkan ripple effects, feedback loops, dan second-order effects, sehingga kualitas keputusan perlu dinilai juga dari konsekuensi lanjutan dan pihak-pihak yang terdampak.
Pada akhirnya, Framework Anti Bingung bukan algoritma yang menjanjikan satu jawaban benar, melainkan alat bantu berpikir untuk membuat struktur di tengah ketidakpastian, menguji asumsi, dan memahami konsekuensi. Tujuannya bukan sekadar melahirkan pengambil keputusan yang terampil secara teknis (techne), melainkan manusia dengan kebijaksanaan praktis (phronesis), yang tahu kapan harus menganalisis dan kapan bertindak, kapan konsisten dan kapan fleksibel, serta kapan mengandalkan data dan kapan memberi ruang bagi intuisi.
Rincian Buku:
Penulis : Arie Surachman, M.Kom, CODP.
Penerbit : Silda Impika
ISBN : -
Tahun : 2026
Ukuran : 15,5 x 23 cm
Halaman : xiv+314 hal

Posting Komentar